Ada karena kata hati & kebebasan bukan karena komando atau kemunafikan. anti Otoriter
Selasa, 17 Desember 2013
Minggu, 15 Desember 2013
Bang bang Tut
Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu
Ada yang ngoceh kosong aku terus melaju
Ada udang di balik, balik batu
Bikin hati senang padahal dia ada mau
Reff :
Bang-bang tut akar gulang galing
Siapa yang kentut di tembak raja maling
Musuh dalam selimut sama juga maling
Mulut bau kentut di belakang ngomong miring
Lempar-lempar batu lalu sembunyi tangan
Bikin orang bingung langsung buang badan
Sepandai tupai lompat akhirnya jatuh juga
Belagak jadi sahabat pasti ketahuan belangnya
Bang-bang tut akar gulang galing
Siapa yang kentut di tembak raja maling
Musuh dalam selimut sama juga maling
Mulut bau kentut di belakang ngomong miring
Ada yang ngoceh kosong aku terus melaju
Ada udang di balik, balik batu
Bikin hati senang padahal dia ada mau
Reff :
Bang-bang tut akar gulang galing
Siapa yang kentut di tembak raja maling
Musuh dalam selimut sama juga maling
Mulut bau kentut di belakang ngomong miring
Lempar-lempar batu lalu sembunyi tangan
Bikin orang bingung langsung buang badan
Sepandai tupai lompat akhirnya jatuh juga
Belagak jadi sahabat pasti ketahuan belangnya
Bang-bang tut akar gulang galing
Siapa yang kentut di tembak raja maling
Musuh dalam selimut sama juga maling
Mulut bau kentut di belakang ngomong miring
Anak Terbuang
Aku anak terbuang aku anak yang jalang
Itu kata mereka orang yang terbelakang
Tutup kuping acuhkan kata mereka
Tutup hidung acuhkan kata mereka
Walau aku buangan aku anak jalanan
Tapi aku selalu menuju arah satu
Mencapai angan katanya angan yang gila
Mencapai mimpi katanya juga mimpi yang gila
Biarkanlah diriku mengikuti jalanku sendiri yang ada di hati
Biarkanlah diriku mengikuti jalanku sendiri yang ada di hati
Wow bebaskan aku melangkah mencari tempat berpijak
Lepaskan aku berlari menembus tembok tradisi
Jangan di kekang paksakan mau mereka
Jangan di doktrin paksakan mau mereka
Satu guru satu ilmu jangan ganggu
Itu kata mereka orang yang terbelakang
Tutup kuping acuhkan kata mereka
Tutup hidung acuhkan kata mereka
Walau aku buangan aku anak jalanan
Tapi aku selalu menuju arah satu
Mencapai angan katanya angan yang gila
Mencapai mimpi katanya juga mimpi yang gila
Biarkanlah diriku mengikuti jalanku sendiri yang ada di hati
Biarkanlah diriku mengikuti jalanku sendiri yang ada di hati
Wow bebaskan aku melangkah mencari tempat berpijak
Lepaskan aku berlari menembus tembok tradisi
Jangan di kekang paksakan mau mereka
Jangan di doktrin paksakan mau mereka
Satu guru satu ilmu jangan ganggu
Aku Gila
Aku memang orang yang tak punya
Dan aku juga cuma penganggur
Yang ku miliki hanyalah cinta
Dan ku serahkan tulus untukmu
Percayalah ahaaa
Ternyata kamu hanya diam saja
Tak menjawab cuma tertawa
Papa mamamu tolakkan pinggang
Dan berkata kamu jangan datang
Kesini lagi ya
Waktu aku berlagak kaya
Kenapa kamu mesra padaku
Waktu mengaku sarjana
Kenapa papa mamamu
Senyum ramah padaku uoooo ya
Ya aku gila, tergila-gila kepadamu
Ya aku gila, aku gila karena kamu
ooo aku gila
Aku memang harus tahu diri
Langsung saja aku bilang permisi
Daripada memikirkan kamu
Lebih baik kumainkan gitarku
Seandainya aku orang kaya
Tentu kau kan menjilat pantatku
Jikaku seorang sarjana
Tentu papa mamamu
Bersujud di kakiku uoooo ya
Dan aku juga cuma penganggur
Yang ku miliki hanyalah cinta
Dan ku serahkan tulus untukmu
Percayalah ahaaa
Ternyata kamu hanya diam saja
Tak menjawab cuma tertawa
Papa mamamu tolakkan pinggang
Dan berkata kamu jangan datang
Kesini lagi ya
Waktu aku berlagak kaya
Kenapa kamu mesra padaku
Waktu mengaku sarjana
Kenapa papa mamamu
Senyum ramah padaku uoooo ya
Ya aku gila, tergila-gila kepadamu
Ya aku gila, aku gila karena kamu
ooo aku gila
Aku memang harus tahu diri
Langsung saja aku bilang permisi
Daripada memikirkan kamu
Lebih baik kumainkan gitarku
Seandainya aku orang kaya
Tentu kau kan menjilat pantatku
Jikaku seorang sarjana
Tentu papa mamamu
Bersujud di kakiku uoooo ya
Read more: http://slankersubangtimur.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)



